Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan - Seri 1

29 Jan 2024
Ivana Adi O.
Close-up doctor with stethoscopee

Estimasi waktu membaca : 2 menit

Mengapa Ada Mitos?

Dengan perkembangan zaman dan teknologi, saat ini memungkinkan kamu untuk dengan mudah mendapatkan berbagai informasi setiap hari dari berbagai sumber, termasuk media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, serta media cetak dan elektronik lainnya yang berfokus pada kesehatan. Tetapi, disayangkan bahwa kemajuan teknologi dan informasi yang seharusnya dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat untuk meningkatkan kesehatan mereka, terkadang dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk menyebarkan misinformasi.1

Hal ini menyebabkan munculnya mitos, yang pada akhirnya dapat membahayakan kesehatan, karena sejumlah besar informasi yang keliru kini diyakini oleh masyarakat, bahkan oleh beberapa dokter.

 

Beberapa Mitos Kesehatan di Indonesia

Banyak sekali mitos yang beredar di Indonesia. Berikut beberapa mitos kesehatan di Indonesia yang kerap kali beredar dan mungkin anda ketahui , antara lain:
 

  1. Tidur Siang Membantu Meningkatkan Tinggi Badan1
    MITOS. Faktanya, pertumbuhan tinggi badan dipengaruhi oleh genetik, gizi, dan hormon pertumbuhan. Memang benar bahwa hormon pertumbuhan meningkat saat tidur, sehingga istirahat yang cukup saat masa pertumbuhan dapat mendukung peningkatan tinggi badan, namun istirahat saja tidak cukup untuk meningkatkan tinggi badan. Genetik, gizi, dan usia juga berperan. Tinggi badan umumnya berhenti tumbuh saat lempeng epifise berhenti berkembang, terutama pada masa remaja.
  2. Menggunakan Deodoran, Memicu Kanker Payudara2
    MITOS. Mitos kesehatan ini muncul karena deodoran sering digunakan di daerah ketiak yang berdekatan dengan payudara. Perlu di pahami bahwa terdapat beberapa faktor risiko pemicu kanker payudara, seperti genetika dan gaya hidup yang tidak sehat, namun hingga saat ini, tidak ada bukti medis atau penelitian yang kuat yang mendukung gagasan bahwa penggunaan deodoran dapat menyebabkan kanker payudara. Walaupun deodoran dan antiperspiran mengandung bahan aktif aluminium, yang diduga memiliki sifat yang mirip dengan hormon estrogen, namun belum ada cukup bukti untuk mengklaim adanya kaitan antara penggunaan deodorant dan timbulnya kanker payudara.
  3. Mandi Malam bisa Bikin Rematik3

MITOS. Beberapa individu meyakini bahwa mandi malam dapat menyebabkan penyakit rematik. Namun ini hanya sekedar MITOS. Anda tidak perlu khawatir untuk mandi di malam hari karena tidak ada hubungan antara mandi malam dan penyakit rematik. Penyakit rematik merupakan kondisi autoimun yang menghasilkan peradangan pada sendi, yang dicirikan oleh gejala seperti pembengkakan, nyeri, dan kekakuan sendi. Penyebab penyakit autoimun, bukanlah hasil dari kebiasaan mandi malam. Terdapat berbagai faktor, salah satunya adalah faktor genetik. Namun memang bagi mereka yang menderita rematik, sebaiknya hindari air dingin ketika mandi di malam hari, karena ini bisa memicu keluhan nyeri.

 

Kesimpulan

Dalam bidang kesehatan, terdapat banyak mitos dan fakta kesehatan yang beredar luas. Disarankan untuk tidak langsung mempercayai semua informasi yang tersebar. Lebih baik mencari informasi mengenai fakta medis dari berbagai sumber untuk memastikan kebenarannya, sehingga kita tidak terjebak dalam mitos yang beredar.1,2

Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak mitos dan fakta seputar kesehatan, tetaplah membaca artikel di situs web Pathlab untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang informasi kesehatan!

Referensi :

  1. Sampson S. How to Increase Your Height: Is There Anything I Can Do? [Internet]. 2024 [cited 29 Februari 2024]. Tersedia dari: klik disini
  2. Indonesian Rheumatology Association (IRA). Myths and Facts about Rheumatic Diseases [Internet]. 2021 [cited 29 Februari 2024]. Tersedia dari: klik disini
element element
element grid